Wednesday, May 10, 2017

Teori Difusi Inovasi

Difusi inovasi adalah salah satu teori yang menjelaskan bagaimana sebuah perubahan sosial terjadi dalam masyarakat. (Rogers 1983) menceritakan bahwa riset-riset difusi inovasi telah dimulai pada tahun 1962 dengan melihat perubahan-perubahan yang terjadi di Amerika dan Eropa. Pada tahun tersebut perkembangan difusi inovasi terjadi atas pengamatan perubahan yang terjadi di Amerika Latin, Afrika, kemudian Asia.

Secara historis, teori difusi inovasi pertama kali dikenalkan oleh ilmuwan Prancis sekaligus seorang hakim yang bernama Gabriel Tarde pada tahun 1903. Ia meneliti tentang difusi inovasi yang kemudian dikenal dengan istilah “The laws of imitation”. Pada masanya, Tarde mengamati kasus-kasus hukum di pengadilan, ia selanjutnya mengatakan bahwa sebuah inovasi akan diimitasi atau diadopsi lebih dahulu oleh seseorang yang paling dekat dengan sumber gagasan baru. Konsep difusi inovasi Tarde dikenal dengan kurva S yang menjelaskan imitasi ditinjau dari dimensi waktu. 

Rogers mengelompokkan beberapa tipe pengadopsi inovasi ditinjau dari segi rentang waktu. Ada lima tipe pengadopsi yakni (1) perintis (innovator) yang mencakup sebanyak 2,5 % dari suatu populasi, (2) pelopor (early adopter) sekitar 1,5 %, (3) penganut dini (early majority) sekitar 34 %, (4) penganut lambat (late majority) dan (5) kaum kolot (laggard) sekitar 16 % (Harun 2011).

Tarde berhenti pada kurva difusi. Menurut (Rogers 1983) keterbatasan pengamatan difusi inovasi saat itu berhenti karena ilmuwan dimasa Tarde belum memiliki alat metodologis untuk meneliti tentang difusi inovasi. Dalam bukunya, (Rogers 1983) menambahkan tentang perkembangan penelitian difusi inovasi setelah masa Tarde. Salah satunya adalah konsep inovasi yang berkembang di Jerman, yang menyatakan bahwa inovasi hanya berasal dari satu sumber saja. Artinya, difusi inovasi menolak konsep penemuan paralel.

Teori difusi inovasi semakin hari semakin menemukan bentuknya. Bahkan terdapat beberapa tradisi dalam penelitian untuk memandang fenomena difusi inovasi. Diantaranya antropologi, sosiologi, sosiologi pedesaan, pendidikan, kesehatan masyarakat, sosiologi umum, pemasaran, termasuk didalamnya tradisi komunikasi. Pada awalnya, komunikasi tidak dipandang sebagai tradisi dalam penelitian difusi inovasi. Kalangan ilmuwan sosiologi pedesaanlah yang paling banyak menganalisis kasus-kasus difusi inovasi. Secara historispun penelitian tentang difusi inovasi telah dimulai sebelum komunikasi dilembagakan secara akademis. Namun, karena penelitian-penelitian komunikasi terkait inovasi semakin bertambah, maka komunikasi pada akhirnya dijadikan salah satu tradisi dalam penelitian difusi inovasi (Rogers 1983).

Memahami definisi difusi inovasi artinya memahami secara terpisah apa yang disebut dengan difusi dan apa yang disebut dengan inovasi. Difusi adalah proses dimana sebuah inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu dari waktu ke waktu diantara anggota sistem sosial. Difusi adalah salah satu jenis komunikasi yang khas/khusus. Kekhususan komunikasi ini terletak bahwa difusi adalah proses mengkomunikasi ide-ide baru. (Rogers 1983).

Tak hanya proses difusi, inovasi juga sangatlah penting dalam rangka memahami apa yang disebut proses difusi inovasi. Inovasi menurut Rogers adalah suatu gagasan, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh individu atau unit adopsi lainnya. Kebaruan suatu gagasan, praktik, atau objek tersebut akan menentukan reaksi individu tertentu terhadap inovasi tersebut. Seseorang bisa jadi telah mengetahui kehadiran inovasi, tetapi masih belum mengembangkan sikap mendukung atau menolak inovasi tersebut (Rogers 1983).

Selanjutnya, (Rogers 1983 dalam Harun 2011) juga mengulas karakter sebuah inovasi; (1) keuntungan relatif (relative advantage), (2) kesesuaian inovasi tersebut dengan tata nilai maupun pengalaman yang ada (compatibility), (3) kerumitan untuk mempelajari dan menggunakan inovasi tersebut (complexity), (4) kesempatan untuk mencoba inovasi secara terbatas (trialibility) dan (5) cepatnya hasil inovasi itu dapat dilihat. Menurut (Rogers 1983), sebuah inovasi terjadi berlandaskan pada empat hal; yakni inovasi itu sendiri, saluran komunikasi yang digunakan, rentang waktu, dan sistem sosial.

Referensi
Rogers, Everett M. 1983. Diffusion of Innovation. Newyork: The Free Press
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Featured Post

Teori Difusi Inovasi

Difusi inovasi adalah salah satu teori yang menjelaskan bagaimana sebuah perubahan sosial terjadi dalam masyarakat. (Rogers 1983) mencerita...