Friday, May 5, 2017

Teori Biological Constraint

Teori Biological Constraint (Sumber: Littlejohn dan Foss 2009, Lindsey 2015; Mulyana 2009)

Biological contraint merupakan teori yang memandang bahwa perbedaan individu antara laki laki dan perempuan didasarkan pada sistem neurobiological yang berbeda. Atau dengan kata lain, perbedaan menurut teori ini didasarkan pada hal yang bersifat bilogis dan genetis seperti sex atau hormon. Perbedaan bilogis tersebut pada akhirnya menyebabkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan merambah pada hal hal lain seperti fungsi sosial, ataupun pengalaman individu individu tersebut (Lindsey 2015).

Margaret Mead adalah salah satu ahli dengan fokus kajian perbedaan sex atau jenis kelamin yang menyebabkan perbedaan karakter antara laki-laki dan perempuan. Mead memiliki pengalaman ketika ia tinggal bersama tiga suku sekaligus di New Guinea. Hal penting yang ia dapatkan dari pengalaman tersebut adalah perempuan dan laki-laki melakukan aktivitas  yang sama seperti berkebun, berburu, ataupun merawat anak dan keluarga. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa anak anak yang tumbuh dan berkembang dengan lingkungan yang demikian akan tumbuh menjadi anak yang kooperatif dan memiliki respon positif terhadap keluarganya (Lindsey 2015).

Berkaitan dengan paradigma biologis, (Littlejohn 2009) menambahkan bahwa ada beberapa poin yang menjadi catatan dari paradigma ini. (1) Bahwa keseluruhan proses mental yang terjadi dalam interaksi sosial adalah akibat dari aktivitas otak. (2) Sifat dan karakter komunikator yang tempramen merupakan representasi dari sebuah fungsi saraf saraf biologis. (3) Perbedaan individu dalam sistem saraf biologis adalah hal yang penting untuk diperhatikan tetapi tidak menjadi sesuatu yang mendasar. (4) Dimensi-dimensi situasi hanyalah efek ringan dalam sikap individu.

(Mulyana 2009) menambahkan bahwa secara fisik perempuan dan laki laki adalah berbeda. Hal itu bisa diamati sejak masa kelahiran. Bayi laki-laki lebih berat daripada bayi perempuan. Perempuan juga memiliki tonjolan disekitar tubuhnya dibandingkan dengan laki-laki. Tubuh laki-laki lebih banyak memiliki kadar air, yakni 60-70%, sementara tubuh wanita hanya 50-60%. Itu sebabnya laki-laki lebih mampu mencairkan minuman keras dan menunda pengaruhnya. Soal lemak, perempuan memiliki jaringan yang lebih besar, sekitar 25%, sedangkan laki-laki berjumlah 15%. Hal tersebut memudahkan perempuan untuk berenang hanya dengan sedikit usaha. Hanya 5 % penderita encok adalah perempuan. Perempuan berusia lebih lama di hampir semua negara di dunia. Perempuan dan laki laki memiliki perbedaan secara bilogis dan juga struktur otak. Secara biologis, laki-laki lebih agresif karena adanya hormon testosteron, sementara struktur otak yang berbeda membuat perempuan lebih unggul dalam hal komunikasi verbal. Pada akhirnya, akibat adanya perbedaan biologis tersebut, perempuan memiliki sifat merawat dan mengasuh. 
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Featured Post

Teori Difusi Inovasi

Difusi inovasi adalah salah satu teori yang menjelaskan bagaimana sebuah perubahan sosial terjadi dalam masyarakat. (Rogers 1983) mencerita...