Friday, May 5, 2017

Perkembangan Teori Organisasi

Teori Organisasi Klasik. 
Teori klasikal biasanya disebut dengan teori struktural dalam organisasi. Teori ini berasal dari dua teori yakni teori saintifik manajemen yang dikembangkan oleh W. Tylor (1911) yang menekankan pada pembagian pekerjaan untuk mendapatkan hasil maksimal dengan biaya seefisien mungkin. Sejalan dengan prinsip Tylor ini, Henry Fayol 1919 mengembangkan teori yang lebih luas yang menekankan pada spesialisasi pekerjaan, otoritas, kontrol dan pendelegasian tanggung jawab. Selain teori saintifik manajemen, teori yang yang membangun teori organisasi klasik adalah teori birokrasi yang dikembangkan oleh max Weber (1847) yang menekankan pada pentingnya bentuk struktur hierarki yang efektif bagi organisasi (Muhammad 2009). (Muhammad 2009) menjelaskan bahwa anggapan dasar teori organisasi klasik dibangun berdasarkan beberapa asumsi berikut; 

(1) organisasi ada terutama untuk menyelesaikan tujuan tujuan yang telah ditetapkan. (2) bagi suatu organisasi, ada struktur yang tepat bagi tujuan, lingkungan, teknologi, dan partisipannya. (3) pekerjaan organisasi paling efektif apabila ada tantangan lingkungan dan kepentingan pribadi terhalang oleh norma-norma rasionalitas. (4) spesialisasi akan meningkatkan taraf keahlian dan performa individu. (5) koordinasi dan kontrol paling baik melalui praktik otoritas dan aturan aturan yang tidak bersifat pribadi. (6) struktur dapat dirancang secara sistematis dan dapat dilaksanakan. (7) masalah-masalah organisasi biasanya merefleksikan struktur yang tidak tepat dan dapat diselesaikan melalui perancangan dan pengorganisasian kembali (Bolman, 1988). Lebih jauh lagi, (Muhammad 2009) mengulas bahwa ada empat yang menjadi unsur kunci dari teori organisasi klasik, yakni pembagian kerja, hierarki proses fungsional, struktur dan pengawasan yang ketat. 

Organisasi dengan Pendekatan humanistikSelanjutnya, memahami organisasi juga dapat dilakukan dengan melakukan pendekatan humanistik dimana pada intinya teori ini menekankan perhatian khusus pada manusia/individu sebagai anggota organisasi. Dalam bukunya komunikasi organisasi, Muhammad (2009) menjelaskan bahwa manusia sebagai anggota organisasi merupakan inti organisasi sosial. Manusia terlibat dalam tingkah laku organisasi. Misalnya anggota organisasi yang memutuskan apa peranan yang akan dilakukan dan bagaimana melakukannya. Teori ini menyarankan strategi peningkatan dan penyempurnaan organisasi dengan meningkatkan kepuasan anggota organisasi dan menciptakan organisasi yang dapat membantu individu mengembangkan potensinya. Dengan meningkatkan kepuasan kerja dan aktualisasi diri dan mengarahkan aktualisasi diri pekerja, akan mempertinggi motivasi bekerja sehingga akan dapat meningkatkan produksi organisasi. Aliran hubungan manusia (human relation) muncul di AS yang mampu menyingkap fenomena baru, yakni dimensi sosial hubungan karyawan industri sebagai makhluk sosial (social animal). Bapak aliran ini adalah george Elton Mayo (1880-1949) (Hardjana 2016).     

Organisasi Sebagai Sistem(Hardjana 2016) mengulas Organisasi sebagai sistem dijelaskan dengan aliran kesisteman (sistem theory). Aliran kesisteman dalam ilmu-ilmu sosial muncul hampir bersamaan dengan pemikiran tentang hubungan manusiawi. Definisi Bernard menyatakan bahwa organisasi adalah sistem kegiatan-kegiatan atau daya-daya dari dua orang atau lebih yang dikoordinasi secara sadar sering dianggap sebagai bukti munculnya kesadaran tentang pendekatan kesisteman dalam studi organisasi. Barnard  (1938:65) menjelaskan bahwa pengertian sistem meliputi tiga tataran yakni (1) sistem yang terbentuk dari bagian bagian yang saling berhubungan dan disebut subsistem, (2) subsistem yang merupakan bagian bagian saling berhubungan dengan sistem secara keseluruhan, dan (3) sistem besar atau supra sistem yang meliputi berbagai organisasi sebagai kesatuan lingkungan. Dengan demikian, istilah sistem ada yang diartikan sebagai unit kerja (subsistem), organisasi (sistem) yang mengintegrasikan unit unit kerja, dan sistem sosial (supra sistem) yang meliputi berbagai organisasi di lingkungan sekitar. 

Menurut Scoot (1961) dalam Muhammad  (2009), satu satunya cara yang bermakna untuk mempelajari organisasi adalah organisasi sebagai suatu sistem. Ia mengemukakan bahwa bagian bagian penting organisasi sebagai sistem adalah individu dan kepribadian setiap orang dalam organisasi, struktur formal, pola interaksi yang informal, pola status dan peranan yang menimbulkan pengharapan pengharapan dan lingkungan fisik pekerjaan. Konsep sistem berfokus pada pengaturan bagian-bagian, hubungan antara bagian-bagian, dan dinamika hubungan tersebut yang menumbuhkan kesatuan atau keseluruhan. 

Pendekatan Keputusan dalam OrganisasiPendekatan keputusan dalam organisasi merupakan pendekatan yang fokus pada proses pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Dalam organisasi, salah satu proses yang sering dilalui adalah proses pengambilan keputusan (decision making). Pengambilan keputusan merupakan sebuah proses yang sudah terimplementasi dalam kerja kerja organisasi, hal ini berarti bahwa pengetahuan tentang pengambilan keputusan itu telah dipahami oleh individu individu yang terlibat dalam organisasi tersebut. Ada beberapa model pengambilan keputusan yang biasanya terjadi dalam organisasi. Dalam jurnal Orion (2004), Turpin dan Marais menuliskan sembilan poin yang menjadi model dalam pengambilan keputusan dalam organisasi. Yakni, Rational Model, Bounded rationality, Incrementalist view, Organizational Prosedur View, Political view, Garbage Can Model, Individual Different Perspective, Naturalistic Decision Making, dan The Multiply Perspective Approach (Turpin dan Marais 2004). 

Organisasi dalam Pendekatan KomunikasiMasih dari sumber yang sama, (Turpin dan Marais 2004) menjelaskan bahwa semua kecenderungan teori komunikasi yang ada saat ini mengakui bahwa organisasi muncul melalui interaksi antar anggotanya. Dengan kata lain, komunikasi yang dianggap sebagai sebuah alat bantu oleh anggota organisasi sebenarnya merupakan media yang menjadikan organisasi tersebut ada. Weick benar. Komunikasi adalah sebuah proses berorganisasi, dan karena komunikasi bersifat dinamis, sebuah organisasi hanyalah gambaran dari sebuah proses yang selalu berkembang. 

Referensi
Hardjana, Andre. 2016. Komunikasi Organisasi Strategi dan Kompetensi. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. 
Muhammad, Arni. 2009. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara. 
Turpin dan Marais (2004) Decision Making:Theory and Practic:Jurnal orion.   
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Featured Post

Teori Difusi Inovasi

Difusi inovasi adalah teori yang menjelaskan bagaimana suatu perubahan sosial terjadi dalam masyarakat. (Rogers 1983) menceritakan bahwa ri...