Saturday, May 6, 2017

Iklim Organisasi

Secara tradisional, iklim organisasi dipandang sebagai salah satu variabel kunci yang mempengaruhi komunikasi dan produktivitas serta kepuasan pegawai. Menurut Poole dan McPhee, iklim organisasi adalah penjelasan umum kolektif tentang organisasi yang membentuk harapan dan perasaan anggotanya dan juga kinerja organisasi. Anggota organisasi membuat iklim organisasi ketika mereka menjalani kegiatan sehari-hari mereka dan setiap organisasi memiliki beragam iklim untuk kelompok yang berbeda.

(Pace dan Faules 2006) mengulas bahwa iklim komunikasi merupakan gabungan dari persepsi-persepsi mengenai peristiwa komunikasi, perilaku manusia, respons pegawai terhadap pegawai lainnya, harapan-harapan, konflik-konflik antar persona dan kesempatan bagi pertumbuhan dalam organisasi tersebut. Iklim komunikasi berbeda dengan iklim organisasi dalam arti iklim komunikasi meliputi persepsi mengenai pesan dan peristiwa yang berhubungan dengan pesan yang terjadi dalam organisasi.  

Iklim komunikasi organisasi terdiri dari persepsi atas unsur organisasi dan pengaruh unsur tersebut terhadap komunikasi. Pengaruh ini didefinisikam, disepakati, dikembangkan, di kokohkan, secara berkesinambungan melalui interaksi dengan anggota organisasi lainnya. Pengaruh ini menghasilkan pedoman bagi keputusan keputusan dan tindakan tindakan individu, dan mempengaruhi pesan pesan mengenai organisasi (Pace dan Faules 2006). 

(Pace dan Faules 2006) menambahkan bahwa iklim komunikasi berkembang dalam konteks organisasi. Unsur dasar yang membentuk organisasi dapat diringkaskan menjadi lima ketagori besar yakni; anggota organisasi, pekerjaan dalam organisasi, praktik praktik pengelolaan, struktur organisasi, dan pedoman organisasi.  

(Pace dan Faules 2006)  melanjutkan tentang Anggota Organisasi yakni orang yang melaksanakan pekerjaan organisasi. orang-orang yang membentuk organisasi terlibat dalam beberapa kegiatan primer. Mereka terlibat dalam kegiatan pemikiran yang meliputi konsep, penggunaan bahasa, pemecahan masalah, dan pembentukan gagasan. 

Selanjutnya adalah poin Pekerjaan dalam Organisasi. (Pace dan Faules 2006) mengatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh anggota organisasi terdiri dari tugas tugas formal dan informal. Tugas tugas ini menghasilkan produk dan memberikan pelayanan organisasi. ada tiga dimensi universal. Yakni isi, keperlua, dan konteks. Isi adalah apa yang dilakukan oleh anggota organisasi dalam hubungannya dengan bahan, orang orang, dan tugas tugas lainnya dengan mempertimbangkan metode metode serta teknik teknik yang digunakan, mesin mesin, perkakas, dan peralatan yang dipakai, dan informasi yang diciptakan. Selanjutnya adalah keperluan yang merujuk pada pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dianggap sesuai bagi seseorang agar mampu melaksanakan pekerjaan tersebut, meliputi pendidikan, pengalaman, lisensi, dan sifat sifat pribadi. Dan dimensi yang terakhir adalah konteks yang berkaitan dengan kebutuhan kebutuhan fisik dan kondisi kondisi lokasi pekerjaan, jenis pertanggungjawaban, dan tanggungjawab dalam kaitannya dengan pekerjaan, jumlah pengawasan yang diperlukan, dan lingkungan umum tempat pekerjaan dilaksanakan.  

Unsur organisasi yang ketiga adalah Praktik Praktik Pengelolaan. Tujuan primer pegawai manajeriel adalah menyelesaikan pekerjaan melalui usaha orang lainnya. Manajer membuat keputusan mengenai bagaimana orang orang lainnya, biasanya bawahan mereka menggunakan sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. sebagian manajer membawahi para pekerja yang beroperasi, sementara sebagian lainnya membawahi manajer manajer lainnya.

Masih dari sumber yang sama, (Pace dan Faules 2006)  mengulas tentang unsur organisasi ke empat yakni Struktur Organisasi. Poin ini telah dijelaskan pada bahasan sebelumnya bahwa struktur organisasi terdiri dari tiga jenis, struktur garis, struktur staf dan garis serta struktur matriks. Poin kelima dalam unsur organisasi adalah pedoman organisasi. Pedoman Organisasi adalah serangkaian pernyataan yang mempengaruhi, mengendalikan, dan memberi arahan bagi anggota organisasi dalam mengambil keputuan dan tindakan. Pedoman organisasi terdiri atas pernytaan pernyataan seperti cita cita, misi, tujuan, strategi, kebijakan prosedur, dan aturan. Berbagai macam pedoman ini menyediakan informasi untuk para anggota organisasi mengenai kemana organisasi ini menuju, apa yang harus mereka lakukan, bagaimana seharusnya mereka berpikir tentang masalah masalah organisasi dan solusi solusinya, dna tindakan apa yang harus mereka lakukan untuk keberhasilan organisasi tersebut (Pace dan Faules 2006) .

Referensi:
Pace dan Faules. 2006. Komunikasi Organisasi Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Bandung (ID). Remaja Rosdakarya. 
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Featured Post

Teori Difusi Inovasi

Difusi inovasi adalah salah satu teori yang menjelaskan bagaimana sebuah perubahan sosial terjadi dalam masyarakat. (Rogers 1983) mencerita...